gambar diambil dari :  http://guardianlv.com Saat ini, sebagian dari seluruh informasi yang kita punya adalah berasal dari google. Be...

Internet Sehat, Mendebat Prof. Google

gambar diambil dari : http://guardianlv.com

Saat ini, sebagian dari seluruh informasi yang kita punya adalah berasal dari google. Benar bukan? Google telah banyak membantu kita dalam mencari berbagai informasi yang kita perlukan. Google telah memberikan banyak kontribusi pada penyebaran informasi saat ini. Ada banyak fasilitas gratis yang dapat kita nikmati seperti blogger, gmail, dan sebagainya. Bahkan di lain sisi, Google telah membantu penghidupan banyak orang, mulai dari karyawannya hingga yang bergantung pada traffic blog pribadi. Sudah sepantasnya kita berterima kasih kepada Google. Entah bagaimana jadinya dunia tanpanya.

Namun dibalik seluruh kebaikan tersebut, sangat disayangkan bahwa seiring berjalannya waktu, mulai bermunculan aksi-aksi jahil dari beberapa pengguna. Yang karena aksi itu, terkadang kita juga harus bisa mendebat Google! Mempraktikkan bentuk lain dari ekspresi 'Internet Sehat'

Sering kali kita seenaknya saja mencomot berbagai informasi yang kita dapat di internet. Browse - copy - paste - edit - print dan makalah pun jadi. Namun, kita juga harus mulai sadar bahwa ternyata banyak pihak jahil yang menyebarluaskan beberapa informasi yang tidak benar. Ada banyak hal yang menyebabkan orang-orang jahil ini menyebarkan berita hoax, mulai dari dendam, sentimen, atau yang lain yang sebenarnya kesemuanya itu mempunyai tujuan satu : merusak.

Ambil saja berita yang akhir-akhir ini lagi booming, (PERINGATAN : SEDIKIT SARA) .banyak sekali info di media internet yang menyebutkan bahwa Muslim adalah teroris dengan 'bukti-bukti' yang ada. Para non-muslim-pun dengan serta merta berantipati terhadap keberadaan muslim di sekitar mereka. Atau seorang muslim awam yang karena beberapa info di internet mereka bisa mengkafir-kafirkan orang lain atau bahkan membuat berbagai fatwa. Di lain sisi, seringkali Yahudi, yang banyak orang mengenalnya berafiliasi dengan Israel, dituduh dengan hal-hal tidak benar, penyembah setan, tidak beribadah, dll dengan mengutip dari ayat-ayat yang sebenarnya tidak ada dalam kitab mereka.

Semua ini berpotensi menimbukan berbagai miskonsepsi. kalau hanya megakibatkan nilai jelek sih tidak masalah. Tapi bagaimana jika miskonsepsi ini menimbulkan petikaian kecil, yang berkembang menjadi pertikaian yang lebih besar, kemudian terintegrasi kepada masalah yang berskala nasional seperti perang antar etnis? naudzubiLlah

Oleh karena itu penting bagi kita untuk mengecek informasi yang kita dapatkan dari manapun itu berasal, khususnya dari internet. Dimulai dari hal kecil, berbagai masalah yang lain dapat kita hindarkan. Sumber dan penulisnya adalah hal yang wajib kita cek sebelum mempercayai sesuatu informasi (terlebih-lebih yang kontoversial). Sumber-sumber data yang benar dapat kita rujuk dari situs-situs yang memang sudah memiliki reputasi. Sedangkan untuk berita-berita kontroversial yang memicu kebencian jangan mudah dipercaya. Cek berita tersebut dari berbagai sudut pandang, jangan mudah terpancing oleh hasutan beberapa orang.

Intinya, jangan sampai kita menyesalkan perbuatan kita karena hoax yang tersebar di internet. Di samping berterima kasih atas segala bantuannya, sesekali kita juga bisa mendebat Prof. Google : saat kita tahu mana yang lebih benar. Mari sejenak menjadi orang baik penebar kebenaran. Selamat Belajar dan Berkarya :) Salaam

0 komentar: