senja - koleksi pribadi Setiap pagi sang embun menunggu sang surya terbit agar dapat menyelesaikan tugasnya : jatuh dan membasahi bum...

Harapan vs Kenyataan

senja - koleksi pribadi

Setiap pagi sang embun menunggu sang surya terbit agar dapat menyelesaikan tugasnya : jatuh dan membasahi bumi. Matahari adalah bintang paling dekat dengan bumi, yang berjarak sekitar 149.600.000 kilometer (92,96 juta mil). Ia adalah pusat dari tata surya. Seluruh komponen tata surya termasuk 8 planet dan satelitnya, planet-planet kerdil, asteroid, komet, dan debu angkasa berputar mengelilingi Matahari. Selain sebagai pusat peredaran, Matahari juga merupakan sumber energi untuk kehidupan yang berkelanjutan.Panas Matahari menghangatkan bumi dan membentuk iklim yang hangat lagi nyaman.Sedangkan cahayanya yang menerangi Bumi digunakan oleh tumbuhan untuk mekanisme fotosintesis. Tanpa Matahari, tidak akan ada kehidupan di planet biru ini.

Jarak 149.600.000 kilometer memungkinkan bumi mendapat panas matahari yang pas. Kehangatan yang pas ini membuat suhu di bumi ini stabil dan cocok untuk dihuni manusia. Ianya mampu membuat air tetap dalam kondisi cair. Selain itu, energi yang cukup ini membuat tumbuhan dapat melakukan fotosintesis. Panas matahari dan cahayanya pun sudah dikembangkan untuk dijadikan pembangkit listrik. Dan itu semua terjadi karena Tuhan menempatkan matahari pada tempat yang semestinya, ya, 150 juta km, jarak yang cukup jauh.

Tidak bisa kita bayangkan andai saja jarak matahari dan bumi ini kurang dari itu, mungkin bumi tak ubahnya seperti Merkurius maupun Venus, terbakar karena panas matahari yang terlalu berlebihan, atau juga saat jarak itu melebihi yang ada, mungkin bumi hanyalah sebuah planet beku yang tak berpenghuni. Maha Benar Tuhan dengan segala ketetapan-Nya.

Ya, kiranya begitulah juga dengan hidup ini. Sering kita merasa bahwa Tuhan tidak adil. Ia menempatkan orang-orang yang kita sayangi jauh dari kita. Ataupun mereka yang kita sayangi menjauh dari kita. Ya, sering kita rasakan bahwa hal itu terlalu sakit untuk diindra hati, terlalu berat untuk dipikul fikiran dan terlalu letih untuk dibawa badan. Namun, pernahkah kita sejenak memikirkan sesuatu yang lain?

Alam adalah sumber kita belajar, di setiap sudutnya ada pelajaran bagi orang-orang yang befikir. Ambil saja analogi jarak matahari ini. Sebab ia ditempatkan sesuai porsinya, ia membawa manfaat kepada kita. Seperti itulah terkadang ketetapan Tuhan terhadap kita. Ia menjauhkan atau membuat orang yang kita sayangi menjauhi kita, agar kita dapat merasakan kehangatan yang sebenarnya. Bukan berarti kita senang bahwa mereka jauh dengan asumsi mereka adalah pengganggu dalam hidup kita, bukan. Tapi kita merasakan apa itu arti sayang dan cinta yang sebenarnya di saat itu. Memang semua itu akan terasa sakit. Tapi renungkan, inilah nikmat dan anugrah terbaik dari Tuhan yang sebenarnya akan membuat kau bahagia, dia bahagia, kita bahagia, dan mereka bahagia.

Satu hal yang harus kita pahamkan. Tuhan tidak pernah merampas harapan yang telah kita gantung kecuali dengan sesuatu yang lebih baik. Bersyukur dan selalu optimis adalah kunci bahagianya hidup. Setiap badai pasti berlalu, pelangi di balik awan akan segera muncul. Ia akan muncul bersama mentari yang siap memberi manfaatnya kembali kepada kita.

0 komentar: