Dokumentasi Pribadi Hai, saya Husada. Saya adalah siswa SMAN 1 Jember. Pada kesempatan kali ini saya ingin membagikan fragmen-fragmen ...

SMAN 1 Jember dari Balik 3 Lensa

Dokumentasi Pribadi
Hai, saya Husada. Saya adalah siswa SMAN 1 Jember. Pada kesempatan kali ini saya ingin membagikan fragmen-fragmen salah satu kisah perjalanan saya yang saya fikir menarik untuk anda baca. Setiap fragmen akan menjelaskan bagaimana pendapat saya soal SMAN 1 Jember yang diilustrasikan melalui foto-foto yang ada. Semoga dengan pengalaman ini, ada rasa tertarik untuk mempercayakan SMAN 1 Jember sebagai saksi bisu salah satu fase hidup terbaik anda. Selamat menyimak.

Sumber : web.sman1jember.sch.id



Perjalanan dimulai saat penghujung tahun ajaran 2011-2012. Periode itu adalah waktu dimana saya mulai memikirkan kemana saya akan melanjutkan fase hidup setelah ini. Entah suara yang mana yang meyakinkan diri saya untuk memilih fase metamorfosis sebagai seorang perantau. Saya memilih bersekolah si SMAN 1 Jember. Sakit memang saat pertama kali meninggalkan orang-orang terdekat : keluarga, sahabat, kawan, atau bahkan musuh. Tapi perjalanan harus tetap dilanjutkan.

Selamat Datang di SMAN 1 Jember Senang sekali rasanya bisa melangkahkan kaki masuk ke sebuah gedung yang megah, SMA terfavorit di Kabupaten Jember. Saat itu, beragam bayangan mulai bermunculan di benak saya : bagaimana rasa atmosfer persaingan yang ketat, aroma mengukir prestasi setinggi-tingginya, dan indahnya memori semasa SMA, yang “katanya” adalah masa-masa terindah dalam hidupmu. Ah Entahlah, biar waktu yang akan menjawab.

Dokumentasi Pribadi
Hari-hari pertama saya membuktikan bahwa persaingan di SMAN 1 Jember memang ketat. Disini saya menemukan bahwa teman-teman saya adalah manusia-manusia cerdas yang siap ditempa, berjuang untuk menimba ilmu dan bersaing dalam prestasi. Di lain sisi, sekolah saya ini juga menekankan pentingnya generasi muda yang berakhlak mulia. “Cerdas dan bermartabat dalam Komunitas Pendidikan Global” begitulah bunyi visi sma ini. Untuk tujuan itu, satu konsekuensi yang harus saya terima, hari-hari dilalui dengan banyak tumpukan tugas : presentasi, tugas matematika, laporan biologi dsb. Cukup membuat stress dan klabakan awalnya.

Oh iya, saya ditempatkan di kelas X5, semangkA. Saya gembira melihat bahwa walaupun mereka pintar, mereka mau berteman dengan siapa saja, ya termasuk anak desa seperti saya. Walaupun Aura pertemanan itu masih dangkal, setidaknya saya punya tempat untuk berbagicerita. Saat-saat itu yang terpikir dalam benak saya adalah Oh ini toh rasanya jadi anak SMA. Absurd dan geje, tapi itulah kenyataannya.

Credit to KIR SMASA
Hari-hari saya diisi oleh berbagai macam pengembangan nilai-nilai ilmu pengetahuan. Disini saya belajar mengeksplorasi alam dan isinya. Bersama guru-guru yang luar biasa dan fasilitas-fasilitas yang lengkap seperti laboratorium dan perpustakaan, berbagai teori dapat kami terima dan berbagai praktek kami lakukan.

Seperti yang telah saya sebutkan di atas soal visi SMAN 1 Jember, saya juga belajar bagaimana mengekpresikan diri saya dengan baik, bagaimana saya harus berbicara di depan publik, dan berbagai bagaimana lain yang menyangkut etika bangsa. Tak etis soalnya kita bisa cerdas dan pintarnamun etika nol. Apa gunanya bagi Indonesia? Budaya timur soal sopan santun, tata krama dan segala perangkat tentangnya harus di pelihara. Walau kita berjalan ke barat untuk menuntut ilmu, karakter bangsa harus tetap ada.

Credit to KIR SMASA
Out of All of them, ada satu hal spesial yang ingin saya bagikan juga. Di SMAN 1 Jember ini, saya menemukan keluarga baru. Hidup sebagai anak kost terkadang merasakan kesepian, jauh dari keluarga. Tapi di SMA ini, melalui KIR SMASA, saya menemukan keluarga baru saya. Mereka dengan ikhlas mau mengisi waktu kosong saya, menemani saya di kantin, ngobrol, atau bahkan juga menjadi sasaran ke-bm-an saya. Ah aku sayang mereka. Tuhan mudahkan selalu urusan keluarga kami, aamiin.

Dokumentasi Pribadi
Pada intinya bekal yang saya miliki dan atmosfer SMAN 1 Jember ternyata telah bersinergi. Dengan sinergi itu saya bisa mengukir prestasi. Sangat beruntung saya memilih SMAN 1 Jember sebagai tempat kelanjutan fase saya, bagaimana tidak? Bakat akademik maupun non-akademik dapat saya asah. Dan berkat prestasi-prestasi itu, saya dan teman-teman seperjuangan-saya bisa percaya diri menggantungkan cita-cita. Walaupun cita-cita saya dan mereka berbeda, pada intinya cita-cita kami satu : kami ingin membangun negeri ini lebih baik!

Credit to Ganesh
Sebenarnya masih ada banyak yang ingin saya bagikan, namun ada tugas lain yang harus saya kerjakan. Jadi sampai disini dulu saya fragmen-fragmen kisah di SMAN 1 Jember ini. InsyaAllah dilanjut di lain waktu, atau kalau masih penasaran bisa buka website SMAN 1 Jember : http://www.sman1jember.sch.id/ selamat mengukir prestasi dan berkarya untuk bangsa. Salam Pemuda Indonesia!

4 komentar:

  1. Berbahagialah kisanak.. Fasilitas sekolah saat ini jauh lebih memadai daripada masa kami dulu belajar di sana :)
    Alumni SMASA 91-94

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih kisanak :) alhamduliLlah :) salaam kenal

      Hapus
  2. welcome aboard.. :) saya alumni SMASA 2004-2006. selamat ya sudah memilih sekolah yang tepat. gak usah galau atau mikirin yang aneh2.. apalagi masa SMA, apalagi di SMASA. let it flow, stay on your focus and have fun. hahaha.. btw angkatan KIR juga ya? titip majuin KIR ya, saya angkatan 17 dlu.

    btw ini kayak jepretan DSLR smua ya? wah anak SMA skrg udah pegang SLR ya. hahaha..

    BalasHapus
    Balasan
    1. wkwkwk yup mas, fokus :D hehe. wah alumni KIR, ok mas insyaAllah, mampir-mampir juga di blog kita : kir.sman1jember.sch.id. Hidup KIR! :)

      hehe iya mas, hobby :D

      Hapus