Mengenalmu adalah anugerah terindah dalam hidupku. Mencintaimu adalah momen teristimewa dalam hidupku. Dan kehilangamu, pernah menj...

Soal Cinta



Mengenalmu adalah anugerah terindah dalam hidupku. Mencintaimu adalah momen teristimewa dalam hidupku. Dan kehilangamu, pernah menjadi pelajaran paling berharga dalam hidupku.

Kita hanya manusia biasa yang memiliki takdir masing-masing. Tak dapat kita menolak kehendak Tuhan. Kita bisa memilih, sebab kita tak punya pilihan. Kita bisa berubah, sebab kita tak tau apa, bagaimana, dimana, dan kapan ujung jalan perjalanan hidup kita menunggu.

Perkenalan denganmu membuatku sadar, bahwa cinta tak dapat dipaksakan. Bahwa cinta itu suci, terbebas dari nafsu angkara yang hina dan dina. Cinta itu universal: bahasa tertinggi segenap makhluk-Nya, Sang Empunya Cinta.

Pengalaman mencintaimu membuatku faham, bahwa cinta itu dapat melenakan. Ia membuat semuanya indah. Ia yang membuat mawar membuka kelopaknya tanpa dipaksa. Ia yang membuatku pernah mendengar apa yang para malaikat bisikkan pada tiap kuncup bunga supaya mereka bermekaran.

Dan, kehilanganmu membuatku faham, bahwa takdir tak dapat disalahkan. Manusia harus bisa menemukan sendiri takdirnya. Hidup seperti jalan, darimanapun kita berasal dan bagaimanapun bentuk jalan kita, bukanlah sesuatu yang berpengaruh pada akhir dan ujung jalan itu. Ujung yang itu ditentukan dari apa yang kita tekadkan untuknya. Didasarkan sebuah pertanyaan : apakah kita mampu mencinta dengan suci, ikhlas, dan di dalamnya kita menyebut asma Dia Sang Pemilik Cinta?

Terima kasih, Cinta. Kini kita tak akan pernah bersama, tetapi kau telah menjelama menjadi keajaiban terindah yang pernah singgah di dalam hatiku. Walaupun aku tak dapat untuk menggenggamu untuk diam disani lebih lama.

Cinta, aku tak menyesal pernah mengenalmu. Aku berharap suatu saat nanti, entah di reinkarnasi kita ke berapa ataupun di surgaloka, kita dapat bertemu. Ya walau itu bukan sebagai kekasih ataupun apel di matamu. Aku berharap kita dapat bertemu sebagai sesama hamba Tuhan, Sang Penebar Cinta, yang karena besarnya cinta kita padaNya, kita mampu mengubah jalan berdebu, keras, dan terjal di belakang kita menjadi ladang tetumbuhan yang subur, hijau, dan berseri.

Dan untukmu, Cinta yang pernah aku kenal di bagian lain dari hidupku. Sanggupkah kau untuk menunggu? Menunggu sekedar jawaban atas pertanyaan: akankah aku ditakdirkan bersamamu kembali sebagai sepasang kekasih yang suci, yang tidak saling menyakiti dengan sentuhan, fikiran, dan hati kotor sebelum ijab kabul benar-benar ku bacakan? Semoga kau dapat bersabar hingga saat itu tiba.

Ya Tuhan, ya Allah, Sang Pemilik Cinta, tambatkan hati hamba pada muara cinta pada-Mu. Terima kasih Kau telah mengirim banyak sekali malaikat Amar untuk mengajariku arti kesucian cinta: bahwa cinta bukan hanya soal nafsu, bukan hanya soal perasaan memiliki, dan bukan hanya soal hubungan tanpa komitmen. Tetapi cinta adalah bagaimana kita dapat menyenandungkan dengan gembira ayat-ayat cinta dalam lauhul mahfudz-Mu dan memadukannya dengan keindahan kehendak dan aturan-Mu, untuk menjadi hamba-Mu yang yang saling mencintai karena Engkau semata, Allah.

0 komentar: