بسم الله الرحمن الرحيم سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِ...

Haram Syarif, Masjid al Aqsa

بسم الله الرحمن الرحيم
سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. QS. al Isra : 1


Masjid al Aqsa adalah tempat tersuci di Yerusalem; sebuah tempat untuk beribadah, berkehidupan, dan bertafakkur bagi para Nabi dan orang-orang saleh, dulu dan sekarang. Bait al Muqaddas adalah tempat yang diberkahi Allah seperti yang tergambarkan dalam al Quran surah al Isra ayah 1.


Sejarah al Aqsa

dari Abu Dzar Al-Ghifari: Saya bertanya kepada Rasulullah saw. mengenai masjid yang mula-mula dibangun di atas bumi ini. Rasulullah saw. menjawab: "Masjid Al-Haram". Saya bertanya: "Kemudian masjid mana?" Rasulullah saw. menjawab: "Masjid Al-Aqsa". Saya bertanya: "Berapa jarak waktu antara keduanya?" Rasulullah saw. menjawab: "Empat puluh tahun. Kemudian seluruh bumi Allah adalah tempat sujud bagimu. Maka di manapun kamu mendapati waktu salat, maka salatlah". [HR. Al-Bukhoriy (3366 & 3425), Muslim (520) An-Nasa’iy (690), dan Ibnu Majah (753)]
Sejarah suci al Aqsa dan kaitannya dengan para nabi telah berlangsung sejak lama. Sejarah ini dimulai dari Nabi Adam, setelah ia mendirikan pondasi Kabah ia kemudian berjalan sehingga samapai ke Yerusalem dan mendirikan Bait al Muqdis. Kisah berlanjut saat Nabi Ibrahim, KhalilluLlah, bermigrasi dari kota asalnya, Kota Ur di Babilonia, dan menghabiskan hidupnya di sana. Ia meninggikan BaituLlah Kabah dan Bait al Maqqdis. Ia kemudian dimakamkan di al Khalil, Hebron. 


Baitul Maqdis juga tempat dimana NabiyuLlah Ya'qub melihat tangga menuju langit dalam mimpinya. Beratus tahun kemudian, Nabi Musa, KalimatuLlah, memimpin eksodus Bani Israel dari perbudakan Fir'aun di Mesir menuju tanah yang di janjikan, al Quds. Namun karena kejahilan anggota Bani Israel Allah menetapkan mereka 'tersesat' dalam gurun pasir selama 40 tahun. Pada masa ini dibangunlah Tabernakel sebagai tempat dimana shekinah Tuhan berada di antara Bani Israel. Inilah cikal bakal Bait Allah, tempat dimana shekinah Tuhan berada. Baru kemudian pada masa NabiyuLlah Daudlah Bani Israel memasuki Jerusalem. Anaknya, Sulaiman kemudian membangun sebuah bait bagi Allah. Bait yang Kemudian dikenal dengan Bait Sulaiman, Masjid Sulaiman.

Banyak Nabi-nabi yang datang kepada Bani israel, mereka memberikan peringatan bagi mereka untuk kembali kepada Taurat, kembali kepada Allah. Pada saat itu kondisi Bani Israeil berada pada kekritisan moral, banyak Nabi yang dibunuh, disia-siakan, dan ditolah risalahnya. Hingga kemudian datanglah Nabi Aramiyah yang mengingatkan Bani Israel bahwa karena dosa-dosa mereka, akan ditaklukkn negeri yang mereka hidup di dalamnya, akan dihancurkan bait Allah, sebab shekinahnya telah pergi bersama dengan meningkatknya dekadensi moral Bani Israel. Benarlah peringatan Nabi Aramiyah, datanglah Raja Babilonia, Nebukadnezar menginvasi kota dan menghancurkan al Aqsa, meratakan semua yang ada. 


Sejarah berlangsung panjang, hingga akhirnya Bait Allah di Yerusalem itu dibangun kembali, dikenallah ia dengan nama Bait Allah kedua. NabiyuLlah Zakariya adalah salah satu imam di bait Allah itu. Mihrabnya adalah salah satu yang terkenal hingga tertulis dalam al Quran:
Setiap Zakariya masuk untuk menemui Maryam di mihrab, ia dapati makanan di sisinya. Zakariya berkata: “Hai Maryam dari mana kamu memperoleh (makanan) ini?” Maryam menjawab: “Makanan itu dari sisi Allah”. Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab. (3:37)
Di mihrab itulah ia bermunajat agar Allah mengkaruniakannya anak laki-laki. Namun yang terjadi adalah lahirlah Sayyidatina Maryam. Karena janjinya untuk mengkhidmatkan anaknya sebagai pelayan Bait Allah, ia pun merelakan Sayyidatina Maryam. Di dalam Bait Allah terjadi banyak karamah terhadap sayyidatina Maryam, seperti datangnya makanan di mihrabnya. Ia adalah seorang perawan suci, namun begitu sebuah keajaiban terjadi, yakni lahirnya Isa al Masih. Isa al Masih menjadi nabi selanjutnya. Ia mengajarkan perintah-perintah Allah di bait Allah. Namun karena kedengkian dan penolakan para yahudi di masanya, sebuah konspirasi penyaliban ditujukan padanya. Salah satu dari perkataan Isa al Masih adalah bahwa suatu saat tidak ada satupun batu dari Bait Allah yang akan berada di tempatnya. Perkataan itu terjadi saat raja Titus menyerang dan menghancurkan Yerusalem, termasuk Bait Allah kedua.

Puncak dari penyucian bait al Aqsa adalah peristiwa isra' mi'raj Nabi Muhammad saw. Allah memperjalankan nabi Muhammad dari Kabah ke Bait al Maqdis. Bait al Maqdis kembali disucikan oleh peristiwa ini. Di dalamnya rasuluLlah memimpin shalat seluruh Nabi dan Rasul. Kemudian ia di mi'rajkan dari bait al Maqdis menuju Bait al Makmur. Tangga yang dilalui Nabi Yaqub kembali dilalui oleh sosok agung, RasuluLlah Muhammad saw.


Kisah ini terus melekat di hati tiap muslim, keutamaan al Aqsa menjadi salah satu pendorong umat Islam untuk mengunjunginya, ditambah dengan panduan dari rasuluLlah untuk mengunjungi al Aqsa sebagai salah satu ziarah yang dianjurkan Nabi:
“Tidak boleh bersafar, kecuali menuju tiga masjid: Masjidil Haram, Masjid Rasul -Shollallahu ‘alaihi wasallam- (Masjid Nabawi), dan Masjidil Aqsho“. [HR. Al-Bukhoriy (1189), dan Muslim (1397)]


Letak Masjid al Aqsa



Lalu dimanakah letak masjid al Aqsa? Ramai dibicarakan dalam internet dan dunia maya tentang mana masjid al aqsa yang sebenarnya. Banyak sumber di internet yang menyatakan bahwa masjid al Aqsa adalah masjid dengan kubah kusam berwarna keabu-abuan dan menuduh bahwa media saat ini melakukan pembohongan publik dengan menampilkan Qubbah as Sakhrah saat mereferensikan masjid al Aqsa. Tidak sedikit yang kemudian menuduh bahwa ini adalah konspirasi Zionis untuk melalaikan umat Islam dari al Aqsa yang sebenarnya sehingga mereka bebas untuk mekemudian menghancurkan masjid al Aqsa. Sebenarnya adalah kewajiban bagi setiap muslim untuk saling menasihati, tetapi apahak benar bila nasihat itu didasari atas sebuah fakta yang kurangtepat atau bahkan salah denngan banyak bumbu di sana sini? Mari kita melakukan kroscek terhadap manakah masjidl al Aqsa itu?

Pertama kita harus fahami terminologi masjid. Masjid adalah tempat sujud. Masjid tidak terbatas pada sebuah bangunan fisik. Bahkan menurus salah satu hadits, masjid bagi umat islam adalah sluruh bumi Allah kecuali tempat-tempat najis dan kotor (seperti toilet). Baca lanjut tentang masjid disini.


Kedua, mari kita pelajari dari sejarah di informasi ahlu kitab dan arkeologi (gambar full disini, disini) Hasil dari banyak studi menyebutkan bahwa Bait Allah satu maupun dua melingkupi area dimana sekarang dikenal sebagai al haram asy Syarif. Bait Allah pertama dan kedua merupakan tempat sujud Nabi-nabi bani israel dan umatnya dengan sebuah bangunan masjid di tengahnya dan pelataran disekelilingnya. Jadi, konsisten dengan pemahaman bahwa masjid al aqsa adalah Bait Allah yang dibangun oleh Adam, ditinggikan oleh Ibrahim, dimakmurkan oleh Sulaiman dan dibangun kembali sehingga disebut Bait Allah kedua. Masjid al Aqsa melingkupi area masjid sulaiman bangunan fisiknya juga pelatarannya.

Ketiga, dari sejarah pembangunan Masjid al Aqsa dan Qubbah as Sakhrah, dapat kita temukan clue selanjutnya. Pembangunan kedua bangunan ini dimulai dari peristiwa penaklukan Yerusalem oleh Umar Ibn Khattab. Di Yerusalem ia kemudian mencari tentang masjid al Aqsa yang diceritakan Sahabatnya, Nabu Muhammad. Kemudian atas bantuan dan ilmu dari beberapa ulama ahlu kitab termasuk seorang rabbi yang menjadi muslim, Kaab al Ahbar, juga sebuah tradisi untuk mengambil sampah dari suatu tempat, ia menemukan batu fondasi masjid Sulaiman, yang menurut banyak sumber disebut sebagai bagian dari Ruang Yang Maha Suci. Namun, kondisi saat itu tempat tersebut penuh dengan sampah sehingga Umar membersihkannya dan mempertintakahan untuk membasuhnya dengan air mawar. Saat ingin membangun sebuah masjid, ia meminta pendapat Kaab al Ahbar. Kaab al Ahbar menunjukinya di utara Qubah. Umar segera menangkap maksud Kaab al Ahbar yakni agar saat shalat umat islam sekaligus menghadap bait Aqsa dan Kabah. Ia tidak meneyetujui saran Kaab dan membangun masjid di selatan Batu Fondasi tsb. Bangunan ini kemudian disebut sebagai Masjid Qibli atau Jami' Qibli. Sementara itu, pembangunan Qubah as Sakhrah atau yang dikenal sebagai Dome of Rock dimulai atas perintah Khalifah Abd Malik ibn Marwan pada antara 689 dan 691. Pada saat Tentara Salib menguasai Yerusalem, mereka mempercayai Dome of Rock sebagai situs Kuil Sulaiman dan menyebutanya sebagai Templum Domini.


Dari ketiga penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa Masjid al Aqsa tidak terbatas pada Qubbah as Sakhrah yang berwarna Emas ataupun Masjid Qibli yang berkubah abu-abu tetapi seluruh kompleks Haram Syarif yang dikelilingi oleh tembok adalah masjid al Aqsa. InsyaAllah inilah yang lebih benar. Allahu a'lam.


Fakta Unik Seputar Haram Syarif

Dalam sejarah perkembangan Masjid al Aqsa / Haram Syarif terdapat beberapa fakta unik yang menarik untuk disimak dan dicermati. Diantaranya fakta-fakta berikut ini:

Masjid al Aqsa adalah qiblat pertama umat islam. Shalat di dalamnya lebih utama 500 kali lipat sesuai dengan hadits hadits yang berasal dari Abu Ad-Darda’ ra: Rasulullah saw juga bersabda, ”Sholat di Masjidil Haram lebih utama seratus ribu kali lipat daripada sholat di masjid-masjid lainnya. Sholat di Masjid Nabawi lebih utama seribu kali lipat. Dan sholat di Masjidil Aqsa lebih utama lima ratus kali lipat.” (HR Ahmad). Dalam hadits lain disebutkan, Maimunah ra berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah saw, ‘Wahai Rasulullah, beritahulah kami mengenai Baitul Maqdis.’ Rasulullah pun menjawab, “Ia adalah Bumi Mahsyar dan Bumi Mansyar. Maka datanglah kesana dan sholatlah disana, karena sesungguhnya pahala sholat disana seribu kali lipat daripada sholat di tempat-tempat lainnya…” (HR Imam Ahmad)


Dome of Rock dipercayai oleh ahlu kitab, terutamanya Yahudi sebagai tempat Qodesh haqQodasim atau Holy of holies atau Ruang Yang maha Suci. Ruangan ini adalah inti dari Bait Allah satu dan dua. Pada ruangan ini diletakkan Tabut Perjanjian. Hanya Imam Agung saja yang dapat memasukinya dan itu-pun pada hari tertentu. Ruangan ini bisa dikatakan sebagai jantung dari Bait Allah. Bila di analogikan, ruangan ini adalah Kabah sedang sekeliling dan pelatarannya adalah halaman dan bangunan Masjid al haram. (baca lanjut disini)

Pembangunan masjid di tenggara Batu Fondasi dipercayakan oleh Khalifah Umar kepada anak Shallum bin Hushiel atau Salman al Farisi, Heman. Bangunan ini adalah pengganti bangunan sementara yang dibangun orang-orang Yahudi. Bangunan ini terbuka untuk orang-orang Yahudi, Yahudi yang menjadi Muslim dan Muslim, dan selain mereka tidak diperbolehkan untuk masuk. Mujir al Din menyebutkan bahwa beberapa pelayan masjid ini adalah juga orang-orang Yahudi. Mereka membuat piringan kaca untuk lampu-lampu masjid. Ia juga menyebutkan bahwa mereka (yang melayani masjid) dibebaskan dari pajak (kemungkinan jizyah). Masjid ini kemudian disebut juga Masjid as-Salman, Masjid Qibli, dan sekarang terkenal dengan (bangunan) Masjid al Aqsa. (baca lanjut disini)

Pada masa awal banyak Yahudi yang masuk Islam dan bahkan beberapa yahudi percaya bahwa mereka telah memasuki zaman messianik dan doa-doa mereka telah dikabulkan. Mereka juga percaya bahwa Masjid al Aqsa adalah Bait Allah ketiga atau minimal banguanan sementara untuk menghormati Shtiah. Heraklius adalah Armilos, Anti Kristus yang telah dikalahkan.

Saat Heraklius mengemukakan perang total terhadap Yahudi, ia juga ingin menghancurkan keimanan Yahudi dengan mengotori Haram Syarif. Dia memerintahkan agar Haram Syarif dijadikan sebagai jamban umum. Dia juga memasang patung wanita telanjang. Pada masa itu seringkali Haram Syarif disebut sebagai tempat sampah atau rumah kotoran. Bagi orang yahudi hal ini adalah penghinaan. Bagi Arab Saduki ini adalah krisis karena mereka sangat mementingkan kebersihan, atau Taharah. Yahudi rabinik tetap menghadap Yerusalem. Sementara itu, bagi umat Islam turun perintah perubahan arah kiblat ke Kabah Syarif. Inilah hikmah perubahan arah kiblat dari sisi sejarah. (baca lanjut disini)

Rambam, seorang ulama Yahudi terkenal, ia menulis Mishnah Torah, sebuah tafsir atas Taurat, mengunjungi Yerusalem dan datang untuk beribadah di Haram Syarif, di Dome of Rock. (disini)

Alasan pembangunan Qubbah as Sakhrah masih berupa hipotesa. Ada yang berhipotesa bahwa ia dibangun untuk melindungi shtiah, sebagai tempat ibadah Yahudi, sebagai penghormatan isra mi'raj, hingga sebagai cara untuk mengalihkan ibadah haji ke Yerusalem. Meskipun Qubah Sakhrah sering disebut sebagai bangunan untuk memperingati Isra Mi'raj, faktanya adalah terdapat Qubah lain didekat Qubah Sakhrah yang disebut dengan Qubbah Mi'raj. (ebook menarik untuk dibaca: disini)

Dalam sebuah midrash oleh Rabbi Bar Yochai, tertulis bahwa raja kedua dari Bani Ismail akan pro-Israel dan bahwa "dia akan membangun kembali tempat suci dan membuatkan sebuat tempat untuk ruku dan sujud bagi Bani Israel di Batu Shtiah / Batu Fondasi". Dan menurut beberapa sumber mengaitkannya dengan Abd al-Malik yang membangun Qubbah Sakhrah untuk tempat ibadah Yahudi. Petachia Margensburg bahkan menyebutkan bahwa Dome of Rock hanya untuk umat Yahudi. (more here)


Dalam Midrash pada Zohar Baru, bagian Vayetze, tertulis bahwa shtiah akan terus ada setelah penghancuran bait Allah dua, akan dikenal, dan akan dinodai oleh bangsa non Yahudi dengan tubuh orang mati. Dalam suatu seumber tentang perang salib pertama disebutkan bahwa tumpukan kepala,tangan,dan kaki nampak di jalan kota-kota. Dan di kuil Solomon / Haram Syarif / Qubbah Sakhrah menggenang darah setinggi lutut.

Kisah penemuan Shtiah oleh Khalifah Umar dicatat oleh banyak sumber Yahudi dan non-Yahudi. Salah satu catatan tersebut tersimpan di Geniza Kairo. Beberapa sumber ini menyebutkan bahwa tidak hanya orang Islam, tetapi orang-orang Yahudi juga ikut serta dalam pembersihan shtiah.

Konon, pilar-pilar pada Qubbah Sakhrah berhubungan dengan suku Bani Israil, 4 pilar besar menyimbolkan 4 kemah Bani Israel, 12 pilar kecil melambangkan 12 suku Bani Israel.

Pada pertengahan abad 11, pernah dikenal tatacara melakukan ziarah di Haram Syarif diantaranya disusun oleh Ibn Al Murajja, sbb:



Menurut Berger dan Sharon, saat pembangunan Qubbah as Sakhrah orang-orang yahudi kembali ke Yerusalem dan membangun Kuarter Yahudi. Mereka juga memberi saran dan instruksi dimana seharusnya Dome of Rock dibangun.

Berdasarkan deskripsi oleh al-Wasiti's terdapat beberapa ritual Yahudi yang dilakukan di Qubbah as Sakhrah. Diantaranya adalah ibadah pada hari senin dan kamis, sebelumnya mereka akan makan mandi dan memamaikai baju khusus, lalau menyiapkan Batu Fondasi, meminyakinya, membakar kemenyan, tawaf terhadap Shtia, dan membuka tirai hingga bau kemenyannya keluar bangunan. Beberapa orang yahudi juga diangkat sebagai pekerja dengan tugas untuk membersihkan dan menghidupkan lampu-lampunya. Terdapat beberapa daerah utama di Qubbah as Sakhrah yakni daerah berlantai hitam yang mana seseorang dapat menghadap shtia dan kabah sekaligus. Menurut sumber yahudi dari abad ke 11 disebutkan pula bahwa pada saat Hari raya Sukkot,orang-orang yahudi akan mengunjungi Qubbah as Sakhrah. Kemudian pada saat Tisha b’Av mereka juga mengunjunginya bahkan menurut Abu Rayhan al-Biruni dan Rabbi Meshullam ben R. Menahem dari Volterra tak sedikit muslim yang ikut berpuasa pada hari itu seperti yang disebutkan dalam Zechariah 14:16–19. Mereka, orang-orang yahudi beranggapan bahwa Bani ismail adalah kawan mereka. (ebook menarik bisa di download disini)

Menurut beberapa ahli sejarah, Abd Malik al Marwani membangun tidak hanya membangun masjid tetapi juga membangun kembali Bait Allah. Bahkan pada saat itu pernah muncul pemahaman bahwa al Quran dianggap sebagai taurat baru dan umat Islam adalah Israel baru yang akan membangun Bait Allah.


Meskipun saat ini banyak isu untuk menghancurkan Dome of Rock atau Baitul Maqdis, dahulu banyak umat yahudi percaya bahwa Dome of Rock adalah Bait Allah Ketiga, sampai-sampai beragam seni, buku, manuskrip, bahkan pada azimat dapat ditemui gambar Qubbah as Sakhrah. (ebook bagus disini)


Masa Depan al Aqsa

Ketiga agama Abrahamic memiliki sumber masing-masing mengenai masa depan al Quds. Umat Yahudi saat ini sednag menunggu Messiah. Menurut mereka, sang Messiah nantinya akan membangun negara Israel, mengumpulkan kembali orang-orang Yahudi yang berdiaspora di berbagai belahan dunia ke Israel, menemukan kembali Tabut Perjanjian lalu Ia akan memimpin pembangunan Bait Allah ketiga sesuai dengan yang terukyat oleh Ezekiel. Bangsa Yahudi akan memulai kembali ritual Korban di Bait tersebut, dan bangsa-bangsa non-Yahudi akan ikut serta menyembah Tuhan yang sama, mereka akan ikut dalam kemeriahan dalam memuji Tuhan di Bait Allah sesuai dengan yang terukyat oleh Zechariah dalam Zechariah 14:16–19.

Sementara itu, terdapat pandangan berbeda mengenai masa depan al Quds dalam pandangan umat Kristen. Mereka melihat bahwa konflik Israel dan pelstina adalah konflik yang sudha tertuliskan konflik ini akan berakhir saat seseorang 'pembawa damai' mendamaikan mereka. dengan berbagai negosiasi, 'pendamai' ini akan berhasil membangun Bait Allah ketiga tanpa masalah. Hal inilah yang kemudian membuat sebagian umat yahudi membuat umat yahudi percaya bahwa ia adalah sang Messiah yang dijanjikan. Korban akan kembali dilakukan dan berbagai ritual kembali dilaksanakan. Tetapi pada beberapa tahun kemudian sang Messiah ini menajiskan Bait Allah ini dengan mengklaim dirinya sebagai Tuhan di dalam bait Suci. Setelah itu muncullah masa-masa kesulitan. Lalu datanglah Isa al Masih untuk mengakhiri semuanya.

Sementara itu, dalam islam terdapat banyak hadits yang mennjelaskan menjelaskan bagaimana kondisi al Aqsa selanjutnya hingga menjelang hari akhir berikut kami nukilkan hadits-hadits tersebut:

Pembangunan Baitul Maqdis. “Pembangunan Baitul Maqdis adalah (waktu) hancurnya kota Madinah. Hancurnya kota Madinah adalah (waktu) munculnya perang besar. Munculnya perang besar adalah (waktu) direbutnya Qostantiniyah (kerajaan Romawi). Direbutnya Qostantiniyah (kerajaan Romawi) adalah (waktu) keluarnya Dajjal“. [HR. Abu Dawud dalam Sunan-nya (4294), Ahmad dalam Musnad-nya (22076 & 22174), Al-Hakim dalam Al-Mustadrok (8297), Ath-Thobroniy dalam Al-Kabir (214), dan lainnya. Hadits ini di-hasan-kan oleh Al-Albaniy dalam Takhrij Al-Misykah (5424)]

Dajjal tidak akan bisa memasuki Baitul Maqdis. “Selama enam tahun, kami di bawah pimpinan Junadah bin Abi Umayyah. Dia pernah berdiri memberikan khutbah kepada kami seraya berkata, “Kami pernah mendatangi seorang Anshor (Ubadah bin Ash-Shomit, pent.) dari kalangan sahabat Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam-. Kami pun masuk menemuinya seraya berkata, “Ceritakanlah kepada kami sesuatu yang pernah Anda dengar dari Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam-, jangan Anda ceritakan kepada kami sesuatu yang kau dengarkan dari orang-orang”, lalu kamipun mendesaknya. Maka dia (Ubadah bin Ash-Shomith) berkata, “Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- pernah berdiri di depan kami seraya bersabda, “Aku ingatkan kalian (bahaya) Al-Masih (yakni, Dajjal). Dia adalah seorang yang buta sebelah (picok) matanya –Rowi berkata, “Aku yakin ia bersabda,”yang kiri”–. Akan berjalan bersamanya gunung-gunung roti, dan sungai air. Tandanya, ia akan tinggal di bumi selama 40 hari. Kekuasaannya akan mencapai semua tempat minum (telaga). Dia tak akan mendatangi empat masjid: Masjid Ka’bah, Masjid Rasul, Masjidil Aqsho, dan Thur (Thursina’). Apapun yang terjadi, ketahuilah bahwa Allah -Azza wa Jalla- tidaklah buta sebelah. –Ibnu Aun (rawi) berkata,”Aku yakin ia bersabda,– ditundukkan baginya seorang laki-laki; Dajjal pun membunuhnya, lalu ia hidupkan, dan tidak ditundukkan selainnya“. [HR. Ahmad (5/364). Di-shohih-kan oleh Al-Arna’uth dalam Takhrij Al-Musnad (23139)]

Imam al Mahdi akan mengimami Nabi Isa sebelum Nabi Isa membunuh Dajjal. “Ketika al-Mahdi dan umat Islam yang turut berada di Baitulmaqdis mahu mengerjakan sembahyang subuh, tiba-tiba Isa bin Maryam turun. Maka al-Mahdi mundur ke belakang agar Nabi Isa ke hadapan untuk menjadi imam (sembahyang subuh mereka). Lantas Nabi Isa meletakkan kedua-dua belah tangannya ke atas kedua-dua belah bahu al-Mahdi sambil berkata, “Silakan maju ke hadapan dan jadi imamlah. Sesungguhnya (sembahyang subuh) ini diiqamatkan untukmu.” Maka al-Mahdi menjadi imam bagi para mukmin dan Nabi Isa AS. Ketika sholat sudah selesai berkatalah Isa: "Bukalah pintu!" Mereka pun membuka pintu, dan dibelakangnya telah berdiri Dajjal bersama 70.000 orang Yahudi, masing-masing mereka memiliki pedang berhias emas dan berjubah besar berwarna hijau. Maka ketika Isa menatap Dajjal, tiba-tiba melelehlah ia (Dajjal) seperti garam yang meleleh di dalam air. Kemudian dia lari dan dihadang Isa di pintu timur kota Lud (paalestina), lantas Isa membunuhnya. Dan semenjak itulah Allah menjadikan kekalahaan bagi orang-orang Yahudi."  (Ibnu Majah & Abu Nuaim)

Itulah informasi yang dapat saya bagikan dalam kesempatan ini. Bila ada yang kurang pas mari kita berdiskusi secara baik, lembut dan sopan. (bisa di comment atau fb ini) Pada akhir posting ini mari kita berdoa untuk kebaikan umat islam, untuk kelestarian Masjid al Haram, Masjid Nabawi, dan Masjid al Aqsa. Juga agar kita terbebas dari fitnah dajjal. Aamiin
“Ya Allah aku berlindung kepada Mu dari adzab jahannam, dari adzab kubur, dari fitnah hidup dan mati, serta dari kejahatan fitnah al-Masih ad-Dajjal” (HR. Muslim)

2 komentar:

  1. Assalamualaikum
    arrtikel nya sangat menarik, boleh saya tahu sejarah diatas bersumber dari mana, selain dari Al-Quran dan Hadist..? terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa alaykumu salaam, mohon maaf baru dapat membalas, selain al Quran dan hadits, kami juga merujuk pada kitab2 masyhur seperti kisah para nabi Imam Ibn Katsir. Selain itu juga kammi perkaya dengan buku-buku umum seperti Jerusalem karya Trias Kuncahyono. Berkaitan dengan sumber-sumber maya insyaaAllah sebagian telah kami sertakan linknya pada artikel di atas. Semoga bermanfaat

      Hapus