“Nabi ShallaLlau alayhi wa sallam tiba di Madinah, kemudian beliau melihat orang-orang yahudi berpuasa pada hari Asyura. Beliau bert...

Hari Asyura: Yom Kippur atau Pesach? Muharram atau Rabiul Awwal?



“Nabi ShallaLlau alayhi wa sallam tiba di Madinah, kemudian beliau melihat orang-orang yahudi berpuasa pada hari Asyura. Beliau bertanya: “Apa ini?” Mereka menjawab: “Sebuah hari yang baik, ini adalah hari dimana Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuh mereka, maka Musa berpuasa pada hari itu sebagai wujud syukur.” Maka beliau menjawab: “Aku lebih berhak terhadap Musa daripada kalian. Maka kami akan berpuasa pada hari itu sebagai bentuk pengagungan kami terhadap hari itu.”” HR Bukhari dan Muslim


Hari Asyura, sudah jamak pastinya kita mendengar perihal hari ini, bagi kita yang udah familiar dengan pendidikan agama Islam sejak kecil, alhamduliLlah, pastinya kita sudah gak asing dengan hari Asyura dan sunnahnya berpuasa pada hari itu. 

Nah pada posting kali ini kita akan bahas soal Hari Asyura, yang jatuh pada bulan Muharram, tapi bukan tentang apa itu hari Asyura, hadits-hadits keutamaannya, maupun peristiwa yang ada hubungannya dengan hari ini (utamanya tragedi Karbala). Kita akan bahas 2 hal unik tentang Hari Asyura, yakni apa dan kapan sebenarnya hari Asyura itu. Semoga Allah selalu menunjuki kita sumber pengetahuan yang baik, aamiin. Let’s check it out!


Hari Asyura: Yom Kippur atau Pesach?

Pada hadits tentang Asyura tersebut bisa kita lihat bahwa ‘motif’ puasa yang dilakukan oleh RasuluLlah pada hari itu adalah untuk mengagungkan hari yang diagungkan oleh Musa, saudaranya dalam iman dan Islam. Tentunya hal ini juga suatu bukti bahwa Islam adalah ajaran yang memiliki benang merah dengan Islam sebelum Muhammad.

"Lalu, bertepatan dengan hari raya apasih hari Asyura itu?" 

Beberapa mufassir menghubungkan hari Asyura dengan hari keluarnya Bani Israel dari Mesir, yang mana kerap kali disebut dengan Passover atau Pesach. Sementara itu, perlu diketahui bahwa ada 2 hari khusus dalam Taurat yang jatuh pada hari kesepuluh suatu bulan yakni Yom Kippur (10 Tishri) dan Persiapan Kurban Sembelihan untuk Kurban Pesach (10 Nissan). Nah faktanya, yang jatuh pada bulan pertama adalah, hari Yom Kippur, 10 Tishri, bulan pertama dalam kalender Ibrani yang sejajar dengan Muharram dalam kalender hijriah. 

"Lalu, hari raya apa Yom Kippur itu? Kok gak jadi Passover?"

Nah jadi gini, hari Raya Yom Kippur disebut juga hari raya pendamaian. Hari ini identik dengan hari pengampunan. Nah sebab hari raya ini lebih identik dengan hari raya pendamaian, ampunan, maghfirah, maka sebagian mufassir lebih cenderung memilih Passover atau malah sebagian mufassir menyebut hadits itu dibuat-buat makanya ada kontradiksi, padahal perkataan RasuluLlah kan always bener every time and every where. 

"Lalu?"

Benang merahnya ada disini, berdasarkan tradisi Rabbinik, setiap hari raya dan Sabbath (pengagungan hari Sabtu) dilakukan untuk mengenang dan bernostalgia dengan peristiwa eksodus dari Mesir sebab momen ini adalah momen yang mengantarkan Bani Israel pada Sinai dan nuzulut Taurat (turunnya Taurat) yang merupakan sumber perintah atas seluruh hari raya. 

Pada hari Sabbath, perintah ini dilakukan dengan pembacaan berkat atas secawan anggur. Tapi pada waktu Yom Kippur mereka ndak makan dan minum jadi perintah ini dilakukan dengan cara mengingat peristiwa eksodus selama ibadah Yom Kippur. Ada sekitar 30 referensi dalam doa-doa di hari Yom Kippur yang mengacu pada peristiwa eksodus. (Tosfos Rid d’Trani Pesachim 106a, Chasam Sofer 271).

Nah soal penyelenggaraannya, ada hadits yang menyebutkan:

“dari Ibn Abbas RA: Selisihilah orang Yahudi dan berpuasalah sehari sebelum dan setelahnya.” HR Imam Ahmad (disebutkan oleh Ibn al Qayyim dalam al Huda dan Ibn Taimiyyah dalam al-Muntaqa)

Beberapa mufassir memaknai hadist ini sebagai langkah untuk membedakan tradisi muslim dan yahudi sebagian lain menyebutkan ini adalah bentuk kehati-hatian dalam akurasi tanggal kalender bulan. Sementara itu, dapat kita baca dalam Taurat pada Lewi 23:32 bahwa ayat ini ditafsirkan oleh Yudaism Rabinik dengan pengertian puasa Yom Kippur hendaknya dimulai pada awal sore saat hari masih tanggal 9 (mereka ngitung hari sama kayak kita, dari maghrib ke maghrib). Pada Yoma 81b tertulis bahwa kelompok Saduki, yang memaknai segalanya secara literal, menafsirkannya sebagai perintah untuk berpuasa pada hari kesembilan sama seperti hari ke sepuluh. Sehingga mereka berpuasa dua hari.


Kapan Hari Asyura?

Dalam hadits tersebut disebutkan juga bahwa RasuluLlah melihat orang Yahudi berpuasa saat tiba di Madinah, ya saat hijrah. But wait, what about the fact yang menyebutkan bahwa RasuluLlah sampe di Madinah pada bulan Rabiul Awwal? Ayo inget-inget pelajaran syajarotun. 

Ya, banyak catatan menyebutkan bahwa RasuluLlah sampai di Madinah pada awal Rabiul Awwal antara 8 – 12 Rabiul Awwal yang jatuh pada 23 September 622 misal:

Mufassir Mishkatul-Masabih menuliskan “peristiwa ini terjadi pada tahun kedua (623 M), sebab pada tahun pertama sampainya RasuluLlah di madinah adalah setelah Asyura, Rabiul Awwal.”

"Lho kok puasanya jadi tanggal 10 Muharram? Kok bisa?"

Hehe, ya, aku pernah berada dalam masa itu, ketika aku bingung kenapa Rabiul Awwal bisa jadi Muharram. And finally aku temukan penjelasan alternatif ini, semoga manfaat.

Kita udah tahu dari penjelasan sebelumnya kalo Hari Asyura sebanding dengan Yom Kippur. Berdasarkan utak-atik kalkulator dan hitungan kalender pada semua kombinasi kemungkinan, hanya ada satu yang cocok pada tahun 622 M dan ini adalah 10 Rabiul Awwal, yang jatuh pada 23 September 622 dan hari Senin, 10 Tishri 4383, hari Yom Kippur (perbedaan kalkulasi kalender hijriah dapat berselisih 1-3 hari sebab perbedaan cara hisab). 

Jadi, 10 Rabiul Awwal = 23 September 622 = Senin, 10 Tishri 4383

Hal ini didukung dengan kisah yang menyatakan bahwa RasuluLlah tiba di Madinah pada hari Senin. Dari paragraf ini dapat diasumsikan bahwa penetapan 10 Tishri = 10 Muharram mengunakan kalender hijriah yang berbeda dengan yang kita gunakan saat ini.

"Maksudnya?"

Jadi gini sejarahnya, pada masa sebelum Islam, kaum Quraisy menggunakan kalender lunisolar bukan murni lunar. Apa itu? Yakni kalender lunar yang diadaptasikan dengan revolusi bumi sehingga karena adanya +- 11 hari pada tahun kalender lunar bila dibandingkan dengan kalender matahari maka pada tahun tertentu diadakan bulan tambahan, istilah kerennya interkalasi atau al-nasi. Konon kalender ini adalah upaya masyarakat jahiliyyah untuk kemudian dapat berperang pada bulan haram. Nah kalender inilah yang digunakan oleh RasuluLlah untuk kasus puasa Asyura pada tahun pertama Hijriah ini. Inget juga hadits ini:

“Orang-orang Quraisy biasa berpuasa pada hari Asyura di masa jahiliyyah, RasuluLlah pun melakukannya pada masa jahiliyyah. Tatkala beliau sampai di Madinah beliau berpuasa pada hari itu dan memerintahkan umatnya untuk berpuasa.”

"Kemudian bagaimana Muharram lunisolar bisa jadi Rabiul Awwal lunar murni?"

Begini ceritanya, bulan interkalasi dijatuhkan dengan cara bergiliran. Pada tahun interkalasi pertama akan jatuh pada bulan Muharram tiga tahun selanjutnya pada bulan Safar, dan seterusnya kemudian diulang. Pada kurun waktu 1H hingga 10H berarti ada 3 tahun interkalasi yakni 3H, 6H, 8H. Menurut perhitungan, Interkalasi ke empat terjadi pada Rajab 10H yakni Adar II 4392 menurut kalender Yahudi. Pada 6 Maret 632 atau pada bulan Adar inilah menurut kalender Islam modern, lunar murni jatuh bulan Dzulhijjah dimana RasuluLlah mengumumkan larangan al-nasi pada khutbah haji wada’nya yang berdasarkan firman Allah:

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya; dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa. Sesungguhnya mengundur-undurkan bulan haram itu adalah menambah kekafiran, disesatkan orang-orang yang kafir dengan mengundur-undurkan itu, mereka menghalalkannya pada suatu tahun dan mengharamkannya pada tahun yang lain, agar mereka dapat mensesuaikan dengan bilangan yang Allah mengharamkannya maka mereka menghalalkan apa yang diharamkan Allah. (Setan) menjadikan mereka memandang baik perbuatan mereka yang buruk itu. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir”. at Taubah :36-37

Jadi dari penjelasan di atas ingat: Haji Wada = Dzul Hijjah (kalender hijriah) = Rajab (lunisolar) = Adar II (kalender Yahudi). Jatuhnya bulan Adar II inilah yang kemungkinan menjadi alasan mengapa RasuluLlah baru berhaji pada tahun itu seperti yang disebutkan oleh al Qurthubi (w. 671 H) dalam tafsirnya al Jami’ li ahkam al Quran, bahwa sahabar Abu Bakar as-Shiddiq pada tahun 9H melaksanakan haji yang mana pada tahun ini Nabi SAW tidak melaksanakan haji. Barulah pada tahun berikutnya Nabi SAW melaksanakan haji.
Nah dari penjelasan di atas berarti bisa dibayangkan adanya lompatan 5 bulan dari Rajab sampai Dzulhijjah. Nah karena ada 3 tahun yang terinterkalasi, kurangkan 5 dengan 3, maka tersisa 2 bulan, sehingga 10 Muharram (sebelum lunar murni) adalah 10 Rabiul Awwal (lunar murni).



Puasa Asyura pada Tahun Kedua Hijriah

Pada tahun 2 H, Allah menurunkan perintah Puasa Ramadan untuk Nabi SAW. Setelah turunnya perintah wajib ini RasuluLlah membebaskan umat Islam untuk  memilih berpuasa di hari Asyura atau tidak. 


Begitulah apa yang bisa saya share kan, perlu diketahui bahwa catatan ini merupakan kompilasi antara pemahaman saya atas penelitian yang dilakukan oleh Rabbi Ben Abrahamson dengan dukungan data dari berbagai sumber dari Wikipedia dan beberapa sumber Islam lainnya. Bila ada yang kurang tepat mohon koreksinya nya :) Kami tungu di kolom diskusi. Semoga manfaat! Salaam!

0 komentar: