Liburan pasca UN hingga Idul Fitri dan masa menuggu kegiatan awal perkuliahan membuat saya gabut (belakangan ini saya tahu arti gabut: sem...

27072015 | Tancak Tulis w/ Granat

Liburan pasca UN hingga Idul Fitri dan masa menuggu kegiatan awal perkuliahan membuat saya gabut (belakangan ini saya tahu arti gabut: semacam nggak punya kerjaan tapi dibayari, gaji buta). Aktivitas sehari-hari hanya seputar tidur, bangun, makan, nonton tv, bermain laptop, dan mandi, paling produktif ya baca buku, nulis galau atau corat-coret gaje. Sampe akhirnya Granat (nama kelas IPA 3) berencana nmengadakan silaturhim dan sudah tentu, jalan-jalan. Fix, ikut! (makasih mbak mas, udah ngefiskan acara IMKAS tanggal 26/7)

The journey was started from... nunggu susmitha di depan jatian daerah Mangli karena bannya bocor. Tujuan pertama adalah rumah Indiarti, di daerah Semboro. Rumah Indi semacam bascamp kalo kita lagi jalan-jalan di daerah Jember selatan-barat.

Salam-salaman, bincang-bincang UKT #eh, lihat ikan, foto-foto, dan sudah tentu, makan-makan. 


Untuk sesi jalan-jalan, Indi menyarankan sebuah tempat yang indah dan bagus, Air Terjun Tancak Tulis. Pernah denger sih tapi gak (belum) pernah kesana. "ayo wes deket kok" haha, polos banget rasanya. Akhirnya, semua setuju. Barang-barang, diri dan jiwa dipersiapkan (apaan sih). When everything was ready, we were ready to go!


Air Terjun Tancak Tulis, beberapa sumber menyebutnya sebagai 'Air Terjun dari Langit', atau dari surga, atau apalah, yang jelass konon air terjun itu salah satu air terjun tinggi (atau tertinggi?) di Kabupaten Jember. Berbekal GPS, artikel yang kami baca, dan insting, kami mencoba meraihnya. Dan, perjalanan ini mengajari kami beberapa hal, ...


Ada banyak potensi negeri ini, sungai yang masih jernih, hutan yang masih rimbun, sawah yang masih hijau, penduduk yang masih ramah, dan yang terpenting anak-anak yang masih polos. Tetapi sayang, kita sering dibutakan dengan kata pembangunan. Yang mana pembangunan? Pembuatan vila megah dengan menebang pepohonan? Pembuatan pabrik-pabrik di hutan dengan perusakan lingkungan? Pembngunan perumahan dengan menyempitkan sungai? Pun mendidik anak dengan layar sempit tanpa pelukan dan ciuman? Oh, ada banyak tugas bagi kita, generasi muda Indonesia,...

Tidak semua jalan lurus dan satu arah. Akan ada banyak persimpangan dengan satu cabang menuju tujuan kita dan cabang lain entah kemana. Memilih bukan lagi menjadi pilihan tapi sebuah kewajiban dan keharusan. Dan ketika kita sudah bingung, saat itulah kita butuh teman yang menunjukkan jalan bagi kita, yang menasihati kita dikala kurang tepat, yang mengajak kita kepada kebaikan.
Di balik foto: setelah masuk gang dari sebuah jalan besar (aduh maaf saya lupa jalan besarnya yang mana, coba kontak: Indi) dan ketika sudah sampai di sebuah gerdu pos, ada dua jalur yang bisa kita lalui ke bawah / kiri yang lebih dekat dan terus lurus yang lebih jauh. Nah saat kami menuju tancak tulis kemarin, kami memilih jaalan yang lurus atas pertimbangan dua orang yang kami tanyai sewaktu perjalanan. Ternyata lebih jauh dan memacu adrenalin. Pada saat pulang, rombongan kedua (kami terpisah di jalan) ternyata melewati jalur yang berbeda dari jalur keberangkatan. Ternyata jalan tersebut berakhir di jalan yang ke kiri di persimpangan gardu. Dan jalannya lebih cepat dan enak. Nah bila memilih jalan terus, selain persimpangan pertama itu, akan ada banyak persimpangan lain, tetapi seingat saya kebanyakan adalah belok kiri atau lurus. Lebih baik tanya kepada orang sekitar, kalau nggak ada, andalkan insting, hehe. Insting kami, kekiri.

Dalam perjalanan kita menggapai impian akan ada banyak orang yang berpendapat tentang perjalanan yang kita tempuh, terkadang membangun namun tak jarang juga yang meruntuhkan semangat. Soal perkataan orang itu, diambil positifnya saja. Pendapat yang bilang sudah dekat jadikan sebagai motivasi kita kita agar kita tidak menyerah, bahwa perjuangan hampir usai (?); dan pendapat yang bilang masih jauh jadikan sebagai pengingat kita agar tidak lupa berdoa, sebab di balik doa ada harapan dan iman yang menguatkan
Di balik foto : kalau sebelumnya banyak pertigaan, ada satu perempatan yang mencolok. Satu jalur arah kami (jalan terus lurus dari pos), satunya jalur alternatif yang lebih dekat (belok kiri di persimpangan pos), satunya jalan ke arah Tancak Tulis, satunya ke arah entah kemana. Lagi-lagi saat disini kami tidak menemukan orang untuk bertanya, akhirnya berbekal insting lagi, kami menyepakati arah. tapi tunggu, di sebuah pohon ada panah dari kardus dengan tulisan Air Terjun. Tetapi kondisinya lepas, jadi bisa diputar. Dengan berbekal logika dan analisa bentuk panah dan tulisan kami mengambil jalan terus. Oh ya, nanti kalau tanya orang jangan sungkan tanya "Pak / Bu, apa masih jauh?"



Teman itu mereka yang menguatkan kala semangat kita kendor, mereka yang mendorong kita kala kita di depan, mereka yang mau menunjukkan kessalahn kita, tidak melulu memuji kebenaran tindakan kita, yang terpenting teman ialah yang selalu ada di perjalananmu menuju jalan pulang.
Di balik foto : setelah beberapa persimpangan sebelumnya, kana ada jalan terus hingga kita menemukan kebun kopi. Dan itu masih terus hingga kita melewati dua pondok kecil (mirip pos kamling atau sejenisnya) di pinggir jalan. Setelah itu, kita akan menemukan sungai kecil yang airnya segar. Nah, kita bisa parkir disitu (ada pondoknya) atau meneruskan menyebrang sungai dengan motor kita. Kalau memilih parkir disitu jangan lupa dikunci stir ya.


Ada kalanya kita memasuki rerimbunan yang gelap, gua yang suram, atau terowongan yang kelam. Jika itu jalan satu-satunya dan memang pilihan jalan yang harus kita tempuh, jangan takut, pasrahkan dirimu pada Ia yang segala sesuatu ada di genggaman-Nya. Ikuti petunjuk dan arahan-Nya. Jangan lupa tetep bersama dengan temanmu.

"Katakanlah: 'Perhatikanlah apa yaag ada di langit dan di bumi. Tidaklah bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman'." - TQS. Yunus [10] : 101
"Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada." - TQS. Al-Haj [22] : 46


Dan voila! Inilah Air Terjun Tancak Tulis. Pegalnya kaki, gigitan nyamuk, penumpukan asam laktat #eh, keringat, dan semuanya itu terbayar sudah dengan pemandangan yang menakjubkan ini. MasyaaAllah, sungguh agung kekuasaan-Mu. lihat betapa kecilnya kami!


"It's time to take a pic!"


"Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Isa telah menceritakan kepada kami Abu Mu'awiyah dari Hilal bin Maimun dari 'Atha' bin Yazid dari Abu Sa'id al Khudri dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alayhi wa sallam bersabda: 'Shalat yang dikerjakan secara berjamaah menyamai dua puluh lima kali shalat (secara sendiri). Dan apabila seseorang mengerjakan sjalat di hutan dan menyempurnakan rukuk dan sujudnya, maka shalatnya sampai lima puluh kali pahala shalat.' - Sunan Abi Daud, Kitab Shalat, Bab Keutamaan Berjalan Kaki menuju Masjid, No. 560
Di balik foto : aplikasi Athanotify bisa menjadi pilihan aplikasi waktu shalat di smartphone kita. Fiturnya seperti aplikasi waktu shalat pada umumnya, yang saya suka adalah adanya gadget yang minimalis dan juga kompas kiblat yang insyaaAllah berfungsi dengan baik tanpa internet.


Oh, kenangan baru terukir lagi temans. Biarlah sel-sel syaraf kita dan piksel-piksel ini mengabadikan kenangan itu; kenangan bahwa kita pernah bersama menggapai cita. Doaku teruntuk kami, kita, dan kalian semua; semoga kita semua bisa sukses dimanapun kita belajar, bisa bermanfaat untuk diri sendiri dan lingkungan sekitar kita, juga senantiasa dimudahkan dalam berkarya untuk agama dan negara. 'Ya Allah, sertai kami selalu.' aamiin

"Mencapai itu semua, emang kya ke tancak tulis kmrin, butuh doa dan niat butuh pengorbanan, usaha, teman dan biaya." @smthcanny |
"Dan emang temanlah yang mengingatkan ketika kita udah putus asa. Dan 1 lagi butuh keyakinan dan optimis besar" @indiartipurnama


Dan waktunya pulang! Jalan pulang kami kehujanan, hujannya ada abunya. Akhir-akhir ini aktivitas Gunung Raung sedang meningkat, oh semoga kau cepat sembuh.

Thanks for that day guys, good luck for all of us, see you at the top! aamiin

0 komentar: