Lancang memang bilaku pernah jatuh hati padamu. Sedang sendiri ku tak menahu derajat diriku. Layla, sungguh, sudah lama aku pend...

26-27092015 | Kisah Itu


Lancang memang bilaku pernah jatuh hati padamu. Sedang sendiri ku tak menahu derajat diriku. Layla, sungguh, sudah lama aku pendamkan rasa ganjil tak menentu di hati ini. Bertahun yang lalu itu bermula, hingga kini, dan nanti, mungkin.

Layla, aku tak pernah tahu apa yang ada di dalam lubuk hatimu. Hanya saja kau perlu tahu, aku sedang mencoba tuk pantaskan diriku, dan kau tahu ini sangat berat, semoga kau pun lakukannya. Tak banyak yang ku harap, semoga Allah kuatkan pemantasanku ini hinggga jadi abdi-Nya, aku. Soal aku dan dirimu, kuserahkan waktu untuk menulis kisahnya. Bila lembar lauhul mahfudz memang seirama dengan dorongan hati, semoga kita bertemu, tetapi bila tidak, semoga aku dan kau dapat yang terbaik menurut kehendak Ilahi Rabb. Sudah tentu kau tahu, tinta taqdir telah mengering . . . lama . . . 
bukan lagi malam minggu,
tapi sabtu malam
dan malam senin

3 komentar:

  1. "Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang patut (menikah) dari hamba- hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui." (QS. An Nuur [24]:32).

    BalasHapus
  2. "Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang patut (menikah) dari hamba- hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui." (QS. An Nuur [24]:32).

    BalasHapus