Seorang wanita berhijab besar masuk dengan penuh kesantunan. Aku tertarik dengannya. Tampak mata yang cantik dari balik cadarnya. Dia mema...

Teman Lama, Maria

Seorang wanita berhijab besar masuk dengan penuh kesantunan. Aku tertarik dengannya. Tampak mata yang cantik dari balik cadarnya. Dia memasuki tempat bersuci dan kemudian keluar dengan tangan dan muka yang basah.

        tampaknya aku tidak asing dengan wajah itu

Dia berdiri di tempat paling ujung, menyendiri. Dia memulai shalatnya. Sejenak berdiri lalu tiba-tiba rukuk dan bersujud. Kemudian berdiri lagi, sembari menyentuh kening dan dada. Begitu aku amati sekuennya. Sangat khusyuk sekali tampaknya.

        iya dia temanku, tapi siapa?

Angin dari kipas angin sesekali menggerakkan kain-kain ringan disekitar mushalla. Dan kali ini, ia menggerakkan hijabnya, sebuah bandul salib menyembul,

        salib othodox! 

dan cadarnya juga sedikit tersingkap

        Maria!
        ya dia teman lamaku, Maria!
        aku sangat merindukannya.


dari diary Maryam


0 komentar: