Akhir masa putih abu-abu bukanlah akhir dari segala perjuangan, tetapi justru awal sebuah perjalanan yang lebih menegangkan, sebuah...

Metallio - Himasa (+Catatan Talkshow)


Akhir masa putih abu-abu bukanlah akhir dari segala perjuangan, tetapi justru awal sebuah perjalanan yang lebih menegangkan, sebuah awal menuju dunia asing yang baru, perkuliahan, miniatur kehidupan dunia.

disana, kami pernah asing,
hingga kemudian kami temukan saudara baru kami,
disana, kami pernah sendiri,
hingga kemudian kami temukan rumah baru kami,
disana, kami pernah berbeda,
hingga kemudian kami menjadi satu dalam keluarga baru kami, HIMASA

Berasal dari latar belakang, passion, dan idealisme yang berbeda kami disatukan oleh tempat awal bepijak kami yang sama, Jember.

Boleh jadi kami memang seorang calon teknisi, dokter, akuntan ataupun hakim, tapi satu yang sama bagi kami, kami adalah penuntut ilmu di kampung orang yang suatu saat akan kembali.

Kembali ke kampung halaman untuk berterima kasih atas tanah yang pernah kami pijak, atas air yang pernah kami teguk, dan atas udara yang pernah kami hirup

dan ini adalah salah satu persembahan kami,
Welcome to metallio 2016
dalam sedikit ke-nervous-an
###

Catatan Talkshow 


Alhamdulillah pada tryout ini saya diberi kesempatan untuk berkontribusi dengan menjadi pengisi acara dan menjadi moderator talkshow: sebuah pengalaman baru yang luar biasa. Talkshow ini bertajuk "Menjadi Mahasiswa, Tingkatkan Kualitas, Hadapi MEA" dengan dua narasumber super kece: mas Riza Hadiatullah dan dr. Amang Surya Priyanto. Nah, berikut ini sidikit oleh-oleh dari talkshow tersebut.


Apa yang harus dipertimbangkan dalam memilih jurusan? Pertanyaan inilah yang coba dikupas dalam talkshow kemarin. Pertanyaan ini sangat penting bagi siswa kelas tiga, sebab sebuah awal baru akan dihadapi dan itu benar-benar berbeda dengan dunia sekolah. Persiapan dan pemilihan yang tepat harus dilakukan agar tidak terjadi fenomena "salah jurusan". Jawaban atas pertanyaan ini saya sarikan sebagai berikut:

Kaidah 1 : Kenali Diri, Temukan Passion

Ini adalah kunci utama dan yang terpenting. Kenali karakter diri sendiri. Temukan subject apa yang pernah membuat kita senang melakukannya, tak peduli dibayar atau tidak pun lama atau sebantar, intinya cari sebuh subject yang ada rasa senang dalam pengerjaannya dan ada kepuasan dalam penyelesaiannya. Itulah passion! Setelah menemukannya, mantapkan! Jangan pernah memakai kata 'cuma' ataupun 'tapi', seperti 'aku suka denga hal-hal berbau mesin tapi aku tidak mau ....'. Hindari itu!

Kaidah 2 : Jangan Pake Prasangka tapi Data dan Fakta

Dalam memantapkan passion untuk kemudian menjadi pertimbangan pemilihan suatu jurusan, gunakan fakta, bukan prasangka. Hindari 'saya rasa saya menyukai ini...'. Temukan passion dan mantapkan passion tersebut dengan data dan fakta, yang bisa diambil dari hasil berbagi pengalaman kakak tingkat ataupun info-info sistem perkuliahan dan mata kuliah yang akan dipelajari. Ingat, untuk sharing, langsung dari sumbernya, jangan sampai tanya tentang UNAIR ke mahasiswa ITS, ataupun sebaliknya.

Kaidah 3 : Pertimbangkan Resiko - Nekat Berbeda dengan Coba

Bagaimana bila ada dua atau lebih kesukaan yang kita anggap sebagai passion? Dalam penentuan jurusan atau langkah studi ini, ada pertimbangan lain yang harus dibuat yakni: resiko. Pertimbangkan resiko dan manfaat yang akan dihadapai apabila memilih suatu jurusan. Mantapkan diri pada resiko mana yang lebih siap dihadapi. Nah, soal ini, jangan sampai nekat! Nekat berarti tahu sedikit ilmu tentang sesuatu tapi main coba saja. Nekat tidak ada hubungannya dengan zona nyaman. Keluar dari zona nyaman berarti sudah mempertimbangkan resiko dan manfaat dari suatu keputusan lalu bersiap dengan kemungkinan terburuk melalui usaha terbaik. Sementara nekat, tanpa ilmu langsung terjang.

Kaidah 4 : Bukan Tempat tapi Niat dan Tekad

Kuliah bukan soal tempat yang bergengsi, ternama ataupun terkenal. Tempat melanjutkan studi bukanlah faktor kesuksesan yang utama. Tetapi, kesuksesan dari dunia perkuliahan kembali pada pribadi masing-masing: tentang kebulatan niat dan kesungguhan tekad dan semangat. Mmengenai tempat, pertimbangkan beberapa hal ini: restu orang tua (biasanya soal jarak atau keamanan), metode pengajaran di universitas yang akan dipilih, dan kesiapan diri menghadapi lingkungan universitas. Fix? Mantapkan dengan doa! Faidza azamta, fatawakkal 'ala Allah!

Kaidah 5 : Prospek Nomor Kesekian

Bagaimana soal prospek? Ya, tidak dapat dipungkiri prospek seringkali menjadi alasan terdepan dalam pemilihan jurusan, tapi jangan sampai dengan alasan prospek, kita mmengenyampingkan passion. Kenali dulu passion kita, kembangkan passion tersebut, lalu kenali prospek dan celah-celah untuk membuat sebuah gebrakan atau terobosan! Ingat prospek adalah prospek, manifestasinya, tergantung tangan kita!

Kaidah 6 : Bukan Uang tapi Kebermanfaatan

Sekali lagi, pilihlah dan jadilah sesuai dengan karakter diri/passion dan juga hasil kebermanfaatan dari proyeksi posisi kita nantinya. Hindari memikirkan prospek materi (uang, kekayaan, dsb), sebab apabila sudah mendominasi, pemikiran tersebut akan menghasilkan kinerja yang asal jadi, asal cepat, dan asal banyak. Padahal kualitas, seperti yang kita tahu, adalah segalanya. Jadilah pelayan yang bermanfaat, jadilah professional! Soal uang dan materi lain pasti akan otomatis mengikuti.

Kaidah 7 : Prameter Diri Sendiri

Hindari membandingkan diri dengan orang lain. Be yourself and be the best! Jangan mengorbankan passion dan masa depan karena hanya melihat si A kuliah di jurusan 'ternama', atau si B kuliah di universitas terkenal. Tetapi kenali dengan diri dengan baik, kita kemarin adalah paramater kemajuan kita hari ini.

Kaidah 8 : Be Creative!

Sudah terkantongi semua? The last, be creative! Optimalkan dan maksimalkan segala kelebihan. Ubah pola fikir dan lihatlah semua sebagai harapan dan peluang. Munculkan optimisme diri, terutama menyambut era persaingan global yang semakin menggigit ini. Jadilah orang yang memiliki 'nilai jual'. Atur strategi dengan baik, dan be Ultimate you!

Semoga bermanfaat!

0 komentar: