player mp3 di bawah (untuk pause atau stop audio) . . . dan perjalanan berlanjut . . . Kata orang masa SMA adalah mas terindah. Pad...

Semua Tak Lagi Sama #3

player mp3 di bawah (untuk pause atau stop audio)

. . . dan perjalanan berlanjut . . .

Kata orang masa SMA adalah mas terindah. Pada masa ini mulai dikenal apa itu sahabat, 'musuh', dan sudah tentu, itu tuuh, cinta. Untuk kata yang terakhir, cinta, saya dedikasikan satu paragraf ini untuk seseorang yang pernah memberi warna lain dalam linimasa di SMA-ku,


Ku ucapkan terima kasih untuk 'selamat pagi'-mu, pun untuk 'you are amazing just the way you are'-mu. Terima kasih atas pelajaran bahwa cinta bukan soal nafsu, cinta tidak harus memiliki, pun cinta hakiki adalah pancaran dari kecintaan kepada-Nya, Sang Penggenggam hati setiap insan. Kau, kejaiban yang tak akan pernah ku miliki, cukup ku kenang, untuk bekalku melanjutkan perjalanan.

Cukup ya mellownya... Ganti topik, soal memilih. Tentang memilih, ada beberapa hal yang pernah membuat saya galau, salah satunya adalah pilihan jurusan: IPA atau IPS; salah duanya akan saya ceritakan nanti. Ujung kegalauan itu akhirnya sebuah keputusan untuk memilih IPA. Penataan kelas menempatkan saya di kelas XI IPA 3, ya sudah tentu, saya berpisah dengan teman-teman X5, dan bertemu dengan teman baru. Semoga mereka ramah.


XI IPA 3, sebelumnya kami menamakannya dengan banyak nama: ITB untuk IPA Tiga Beringin, DirExtion saya lupa singkatannya, dan akhirnya menjadi Granat, Gerakan Anak IPA Tiga. Wali kelas kami di kelas 11 adalah Ibu Musyrifah sedang di kelas 12 nanti adalah Pak Hamim. Kesan awal, mereka tampak berkelompok sendiri-sendiri (ya walau di perjalanan dan sampai akhir mungkin masih ada pengelompokan itu, psst, tetapi sudah tentu, kami mulai melebur). Our first project was penampilan kelas di pondok ramadhan, randomly kita pilih lagu "Ku Sadari Akhirnya", dengan si Boy sebagai pembaca puisi, Allahu Akbar!



Perjalanan berlanjut, ada banyak keseruan yang perlahan kami temukan, mulai dari kekonyolan Rizal bersama Regitha di acara Hari Kartini, Oka yang tulus hati menjadi ketua kelas, insiden Ogik dan Pak Ketut, Adhe si wartawan kesasar, dan keseruan yang lainnya. Hal lain yang membantu kami mengikat persaudaraan ini adalah Bioter.



Kalau di kelas sepuluh kita mengenal elektronika atau fisika terapan, di kelas sebelas kita mengenal Bioter. Bioter atau Biologi Terapan adalah salah satu program keterampilan atau muatan lokal di SMAN 1 Jember. Pada program ini kami melakukan cocok tanam tanaman tertentu untuk kemudian dilakukan penelitan akannya dan dituliskan laporan hasil penlelitiannya. Hal yang menggelikan adalah kegagalan beberapa penelitian kami karena buah kami dicuri.

Salah satu project yang saya ingat di tahun kedua ini adalah project Drama bahasa Indonesia. Mengapa? Karena kisahnya itu lho, sangat saya banget #eh, haha. Plotnya dimulai dari, ...

... sebuah taktik melawan penjajah di era kolonialisme Belanda. Seseorang prajurit pribumi, Kandar, menyarankan sebuah taktik dengan cara mendekati anak seorang petinggi Belanda untuk mengorek informasi. Disetujuilah ide itu. Kandar menyamar menjadi seorang informan yang seakan memberikan informasi kepada pihak musuh, pihak musuhpun senang, mereka percaya pada pribumi 'pegkhianat' ini. Rencana berhasil, Kandar bisa berhubungan dekat dengan Elizabeth Louis. Kandar banyak menyerap informasi yang ia kuping sewaktu bersama Elizabeth. Witing trisna jalaran saka kulina, tanpa disadari, bibit cinta itu muncul di hati kandar, pun Elizabeth. Hingga akhirnya sebuah tahap terakhir dari taktik itu harus dilakukan: penyerangan melawan Belanda. Kandar memberikan jadwal yang salah kepada pihak belanda. Bukan lusa seperti yang direncakan, tetapi besok, itulah jadwal penyerangannya. Tetapi ia kemudian tersadar bahwa Elizabeth, cintanya, tidak boleh menjadi korban dalam pertempuran itu. Ia bocorkan apa yang terjadi sebenarnya.


Itulah kisah yang pada drama kami diceritakan oleh seseorang guru sejarah bernama Elis Beta Luiy yang dalam profil karakternya, ia hidup sendiri, tidak menikah, dan tiap kali ditanya mengapa  ia tidak menikah jawabannya adalah "Aku sedang menunggu seseorang". Bikin baper kan?

Tahun kedua di SMA katanya tahun produktifnya siswa: ikut ekskul, ikut lomba ini itu, jadi ini itu dll. Yaps, memang benar adanya, i felt it. Sebelumnya, di kelas 1, alhamdulillah merasakan OSP dan Sispres, juga beberapa lomba lain seperti NLC, MLC, dll. Satu goal saya di kelas satu yang tidak kesampaian adalah lolos AFS. AFS adalah program beasiswa student exchange. Goalnya adalah mempromosikan budaya Indonesia, menumbuhkan sikap saling mengenal dan menghargai, juga mengeratkan jembatan kebangsaan. Tapi sayang belum rezekinya ke luar negeri dengan jalur ini, meskipun saya sempat yakin akan lolos ketika Allah mengizinkan saya mengikuti seleksi tahap tiga, setelah tertidur saat travel menjemput.






Tapi ada salah satu insiden yang lebih menyakitkan, katakanlah membuat saya terpukul. itu terjadi di tahun kedua ini. Saya tidak lolos OSN, bahkan OSS-pun tidak. Ah, setelah 5 tahun saya bangun pondasi OSN, di tahun terakhir saya runtuhkan dengan sebuah keteledoran. But life must go on, alhamdulillah saya memiliki keseempatan untuk mengikuti perlombaan yang lain. Praise Him, we did it!

Oh ya, soal project bareng Granat, ada banyak. Salah satunya adalah project film PMU. Physics Musics and You. Psst, plotnya terinspirasi sama fragmen paragraf di atas, haha. Another one adalah LIGAS, sebuah kompetisi sepak bola bergengsi di SMASA. Tahun lalu saat kelas sepuluh saya tidak mengikutinya karena saya mengalami anemia. Dan ditahun kedua ini, i did it. Seorang Husada akhirnya main sepak bola di tengah lapangan dan ditonton banyak orang. Yah walaupun hanya tendangan dan teriakan konyol yang bisa saya lakukan. The most awkward moment was ketika IPA 2 dan IPA 3 memperebutkan posisi juara 3. Kita berkonspirasi hingga akhirnya gol pertandingan sama, sampailah pada sebuah babak akhir: penalti. Beberapa tendangan penalti gol-gol tersebut masih menghasilkan skor yang sama. Adengan ini penuh rekayasa, haha. Hingga akhirnya ada insiden tidak masuknya suatu bola, dan rasanya itu loh, antara seneng karena juara tiga, sama nggak enak. Do you remember it guys?





Di paragraf sebelumnya, saya sudah bercerita kalau tahun kedua selain tahun produktifnya siswa, tahun kedua juga tahun aktif-aktifnya siswa. And, for the same, i felt it too.

Sebelumnya, di kelas satu sudah mencoba ikut orkestra seruling Pak Wardi di Kirana 2012. Kirana saat itu disusun apik dengan tema Ramayana, si Uvi sebagai Shinta, si Ilham sebagai Rama, dan Dinda sebagai Rahwana (correct me if i write wrong), psst mereka anak X5 semua lho! Konyolnya, saya pulang sebelum tatanan apik itu dimulai, setelah permainan suling, sekitar jam 6.30, saya pulang, padahal acara baru dimulai pukul 6 sore. Ah, haha.


Hal lain di tahun pertama adalah mengisi Nubir. Bersama beberapa teman yang sudah tentu lebih expert lainnya, Jean, Lazu, Bunga, kami mengisi kegiatan perpisahan kelas XII. Uniknya, adalah kami tampil di awal acara, ketika penonton baru satu dua, dan itu, ehem, sakitnya tuh disini, haha. Di tahun kedua ada peningkatan, saya dan adik kelas saya, Bela, menjadi MC acara ceremonial Nubir 2014. Nice enough


Hal kece yang tidak saya lupakan saat voluntering menjadi bagian dari SMASA adalah ketika jadi pengisi suara di JCC SMASA. Saya dan Ghania, bersama teman-teman yang lain menyukseskan penampilan SMASA di acara JCC dengan tema Rama Tambak, yakni adegan ketika Sri Rama membangun jembatan / tambak dari Ayodhya ke Alengka untuk menyusul dan mengambil kembali pujaan hatinya, Shinta.


Oh ya, di SMASA, ada kegiatan Kirana. Kirana, atau Kibaran seni Arek SMASA ini dilakukan berselang-seling dengan kegiatan Tour de Campus, yakni kegiatan mengunjugi kampus-kampus. Dan angkatan kita adalah salah satu angkatan beruntung karena mengalami Kirana 2 kali (yang notabenenya menikmati sajian) dan Tour de Campus sekali (mbayar, haha). Tour de Campus tahun itu dilaksanakan menjelang liburan semeseter satu dengan tujuan Unpad, UI, ITB, IPB, Undip, UNS, (correct me if i tell wrong). Teman se-seat saya adalah Fadin. It was a great trip, selama kurang lebih seminggu kita di perjalanan, menginap di beberapa hotel dalam malam-malam tertentu saja. Beberapa hal unik diantaranya adalah ketika sampai di jakarta rencannya sih mau ke mangga dua, tetapi sampai sana sudah tutup. And we love Hotel Pop H*ris! Di Pop H*aris, saya se-kamar dengan Wika dan Dari.






Cukup jalan-jalannya? We were then close to UKK,. Setelah ini udah kelas XII, masa yang hari-harinya bakal penuh ulangan, ujian, dan praktikum. Oh, masa-masa senang akan diakhiri, saatnya mencincing celana dan melipat lengan baju. Fighting!

. . . menuju bagian 4 . . .

2 komentar:

  1. subhanAllah, mampir-mampir malah liat postingan nostalgia hahaha

    BalasHapus
  2. MasyaaAllah, selamat bernostal gia cik ^.^ insyaaAllah ada kelanjutan serinya, targetnya sampe 5, semoga kesampaian XD wkwkwk

    BalasHapus