بسم الله الرحمن الرحيم وَسَخَّرَ لَكُمُ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ دَائِبَيْنِ ۖ وَسَخَّرَ لَكُمُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ Dan Dia tela...

Matahari Sabit 9/3/16

بسم الله الرحمن الرحيم
وَسَخَّرَ لَكُمُ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ دَائِبَيْنِ ۖ وَسَخَّرَ لَكُمُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ
Dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar (dalam orbitnya); dan telah menundukkan bagimu malam dan siang. QS. Ibrahim : 33

diambil dari pelataran Masjid Nuruzzaman UNAIR

Allahu akbar! Allahu akbar! Allahu akbar! wa liLlahil hamd! Segala puji bagi Allah, yang memperkenankan kita dapat hidup hingga detik ini dan melewati salah satu ayat kauniyah tanda kebesaran-Nya, gerhana matahari.


Semoga gerhana matahari ini menjadi wasilah bagi meningkatnya keimanan kita karena telah menyaksikan salah satu tanda kebesaran dan keagungan Allah, ayat pada ciptaan-Nya.

berdiskusi dan menikmati fenomena kusuf di pelataran nurza

Sehubungan dengan peristiwa gerhana ini, saya jadi ingat salah satu kejadian gerhana matahari di masa Rasulullah. Kisah ini mungkin telah populer di kalangan umat Islam, tetapi yang menjadi unik bagi saya adalah adanya sebuah 'pesan tersebunyi' yang layak kita renungkan mengenai risalah dan pengutusan Rasulullah, yang pada saat beliau menyampaikan gerhana tersebut bukan 'bukti' kenabian beliau, sejatinya pernyataan tersebut adalah bukti kebenaran risalahnya.

”Di masa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam pernah terjadi gerhana matahari ketika hari kematian Ibrahim. Kemudian orang-orang mengatakan bahwa munculnya gerhana ini karena kematian Ibrahim. Lantas Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, ‘Sesungguhnya gerhana matahari dan bulan tidak terjadi karena kematian atau lahirnya seseorang. Jika kalian melihat gerhana tersebut, maka shalat dan berdo’alah.’” (HR. Bukhari no. 1043)

Jika diperhatikan, dari hadits tersebut tentunya sangat wajar bagi seorang nabi pembawa risalah tauhid untuk menampik semua khurafat dan mitos yang berselisihan dengan tauhid, tetapi apa yang berbeda dengan hadits ini?

Hal berbeda yang bisa kita renungkan kembali adalah pada kalimat: "...Kemudian orang-orang mengatakan bahwa munculnya gerhana ini karena kematian Ibrahim...", jika Nabi Muhammad adalah nabi palsu (sungguh beliau, shallu alayh, adalah kebenaran dari Allah) seperti tuduhan orang-orang kafir, bukan tidak mungkin beliau justru memanfaatkan kejadian tersebut sembari berkata "Inilah tanda dari Tuhan, bahwa aku adalah nabi yang diutus-Nya dan kesedihanku adalah kesedihan semesta."

Tetapi apa yang terjadi? beliau justru menampik pemahaman tersebut seraya bersabda "Sesungguhnya gerhana matahari dan bulan tidak terjadi karena kematian atau lahirnya seseorang. Jika kalian melihat gerhana tersebut, maka shalat dan berdo’alah." Sungguh, salawat dan salam semoga tercurahkan kepada beliau, keluarga, dan sahabat. Aamiin

Sebab ada tertulis "Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya. ... Tetapi seorang nabi, yang terlalu berani untuk mengucapkan demi nama-Ku perkataan yang tidak Kuperintahkan untuk dikatakan olehnya, atau yang berkata demi nama allah lain, nabi itu harus mati." Ulangan 18 : 18-20

0 komentar: