player mp3 di bawah (untuk pause atau stop audio) . . . and the day come! Pada satu hari di bulan Mei tahun itu, 2015, sebuah aca...

Semua Tak Lagi Sama #5-Habis

player mp3 di bawah (untuk pause atau stop audio)

. . . and the day come!

Pada satu hari di bulan Mei tahun itu, 2015, sebuah acara untuk mengkhidmatkan syukur diwujudkan, Nubir 2015, The Royal May.










Pengkhidmatan ini bukanlah sebuah perayaan atas akhir dari sebuah perjuangan, namun justru adalah sebuah pengkhidmatan untuk kembali mengumpulkan energi semesta dalam memulai sebuah perjuangan baru yang lebih besar.



Jejak-jejak yang lalu bukanlah bekas dari perjalanan yang sebenarnya. Mereka adalah langkah-langkah awal, pondasi-pondasi pertama, dan batu-batu loncatan tempat kami berpijak pertama kali. Mereka adalah kenangan yang akan mengantarkan kami menuju mimpi-mimpi kami: untuk berkarya bagi agama dan bangsa, untuk menjadi manfaat bagi diri sendiri dan sekeliling kami, dan untuk mempersiapkan sejumput bekal buat pulang ke kampung halaman nanti.

Saya rasa patahan kata ini masih relevan:

Dalam perjalanan 3 tahun itu, banyak manusia-manusia berjasa yang dengan segenap tenaga membantu saya menjadi siswa yang lebih luar biasa. Adalah Bpk. Bambang Sumpeno sebagai Kepala SMAN 1 Jember, saya ucapkan terima kasih kepada beliau, yang dengan jasa, pengorbanan waktu, dan usaha beliau, saya bisa menjadi siswa yang memperoleh banyak sekali pengalaman berharga. 
Kemudian saya ucapkan terima kasih kepada Guru Pendidikan Agama Islam, yang mengajarkan saya menjadi hamba Tuhan yang baik. Berikutnya, saya ucapkan terima kasih kepada seluruh Guru Pendidikan Kewarganegaraan, yang telah mengajarkan saya menjadi seorang warga negara yang baik. Saya ucapkan terima kasih kepada Guru Bahasa Indonesia, yang dengan bantuan dan bimbingan beliau semua saya dapat menulis sepatah kata ini dengan baik. Terima kasih saya kepada seluruh Guru Matematika atas usahanya menjadikan saya calon ilmuan masa depan, aamiin. 
Terima kasih saya kepada seluruh Guru IPA atas ilmunya sehingga saya bisa mengatahui alam indah yang luas ini. Terima kasih saya kepada seluruh Guru IPS, atas pelajaran sosial, geografi, ekonomi dan sejarah sebagai bekal membangun bangsa ini. Terima kasih saya kepada seluruh Guru Bahasa Inggris, yang telah membantu saya bercas-cis-cus untuk mendapatkan segala informasi dari dunia luar. Terima kasih saya kepada seluruh Guru Seni Budaya, yang mengajarkan saya tidak hanya bermusik dan melukis tetapi juga arti keindahan. Terima kasih saya kepada seluruh Guru TIK, untuk seni mengguna digiti yang sangat berguna di era ini. Terima kasih saya kepada seluruh Guru Olah Raga, dengan bantuan beliau saya bisa menjadi manusia yang sehat. Terima kasih saya kepada seluruh Guru Bimbingan Konseling, atas segala solusi untuk masalah saya. 
Terima kasih saya kepada seluruh staff TU, atas bantuannya menyiapkan segala berkas yang saya butuhkan. Terima Kasih saya kepada wali kelas-wali kelas saya atas kesempatan yang diberikan kepada saya untuk berbakti. Dan terakhir, saya ucapkan terima kasih kepada kawan-kawan, terima kasih kepada kakak-kakak dan adik-adik saya yang telah mau menjadi sahabat saya selama 3 tahun ini dan menemani saya di rumah kedua saya ini. (Mardiansyah, 2009 -dengan penyesuaian-) 
Pun, saya berterima kasih kepada Budhe, mbah dan keluarga yang telah berkenan menjadi orang tua saya selama 3 tahun ini. Semoga Allah membalas kebaikan yang mereka berikan. Mereka, orang-orang yang pernah menandatangani surat keterangan sakit saya, dan kamar kos, kamar kecil yang pernah saya sandingkan dengan kata pulang.

Semua keseruan masa putih abu-abu ini telah usai. Tawa itu, duka itu, keseraman itu, guyonan itu, kecewa itu, marah itu, senang itu, tangis itu, ketakutan itu, kekhawatiran itu, semua tak lagi sama. Yang tertinggal hanyalah sebuah kenangan, untuk dikenang, untuk menjadi penyemangat, untuk menjadi pelajaran, untuk mendorong kami agar terus berjalan, belajar dan berkarya, bukan untuk apa, untuk langkah-langkah pertama kami, untuk senyum orang-orang yang menyayangi kami, dan senyum mereka yang kami sayangi.




Ah, hanya gedung-gedung yang sudah terpugar itu yang akan menjadi saksi bisu saat kami menapakkan langkah-langkah pertama kami. Kami akan meneruskan perjalanan panjang kami, untuk berkarya di tempat persinggahan, untuk kemudian pulang dengan tenang. Sampai jumpa ...

diselesaikan di negeri orang, Kota Para Pahlawan
kala rembulan penuh masih meratapi kepergian kasih.

.

.

.

.

.


sementara itu, awal mei yang lalu ...



0 komentar: